Seni Budaya Natuna Menuju UGG

  • Share

Natuna-Tim Mbe Cite Kelarik dalam program mendukung pelestarian kebudayaan Natuna, melaksanakan Pagelaran Pentas Budaya Melayu Natuna, dipentaskan di lapangan Balai Pertemuan Desa Gunung Durian, Kecamatan Bunguran Utara. Sabtu malam(30/1/2020).

Kepala bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna Hadisun dalam sambutannya menyampaikan “Dalam pelestarian kebudayaan Melayu Natuna, tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, oleh karena itu saya berterimakasih banyak kepada Tim Mbe cite kelarik yang telah serta merta ikut melestarikan kebudayaan melayu Natuna”.

Lanjut Hadisun,”Bisa kita lihat bahwa kebudayaan Natuna sampai saat ini sudah banyak meredup dan terkikis dari waktu ke waktu, bahkan hampir di bilang sebagian sudah hilang. Cukup banyak persoalan yang dihadapi oleh kebudayaan Natuna tersendiri, salah satunya adalah adat istiadat mencium tangan saat bersalaman dengan orang tua “

Masih Hadisun, salah satu asat yang perlu segera dilestarikan adalah seni dan budaya. Pelaku seni kita sudah berusia lanjut dan bahkan telah meninggal dunia. Pemain hadrah, mendu zapin semakin hari semakin sulit kita temukan.
Untuk menghidupkan kembali seni budaya perlu kiranya dimasukkan kedalam kurikulum sekolah sebagai muatan local.
0
Kesenian bisa dijadikan industry pariwisata, bahkan seni budaya merupakan persyaratan untuk diterimanya Natuna di Geopark Nasonal dan Unesco Global Geopark (UGG).
Kesenian disini bukan sebatas seni tari, anyamanpun termasuk seni, seperti anyaman tikar pandan, nyiru, tapis kelapa, tutup Hadisun.

Pentas Budayapun dimulai, sungguh mengkesima penonton begitu tarian persembahan dilenggokkan, dilanjutkan dengan acara adat dengan Tepung Tawar, Tarian Cik Abu, Syair, permainan alu serta Gurindam yang di bawakan oleh Lembaga Dakwah Kampus(LDK) STAI Natuna.

Ketua Panitia Gemilang kepada Kepri Pos ,“ dengan adanya pegelaran budaya bisa membangkitkan kembali seni budaya Natuna yang mulai sirna” .
Khususnya Tarian cik abu berasal dari Kecamatan Kelarik merupakan sebuah tarian yang menceritakan kisah para pekerja nyok. Dalam tarian ini juga terdapat beberapa gerakan yang memperagakan proses para pekerja nyok (kelapa), seperti nyadeu, nipas, nyisek9 mencongkel), hingga nyalai/mengasapkan nyok dekat paghak(tempat pengasapan kelapa).

Hadir pada acara tersebut Ketua BP Geopark Muhammad Alim Sanjaya, Anggota Dewan Dapil III Ibrahim, Camat Bunguran Utara, Kades se Bunguran Utara, DPD KNPI, PK KNPI Bunguran Utara, DPP Askar Melayu Natuna, GenPI Natuna, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, masyarakat, para penikmat budaya.**

  • Share