Selewengkan 419 Juta Mantan Dirut PERUSDA Natuna  Tersangka RL Diserahkan ke JPU

  • Share

Natuna, kepripos.id Penyidik Kejaksaan Negeri Natuna serahan tersangka mantan Dirut PERUSDA RL dan barang bukti perkara Tindak Pidana Korupsi Pada Pengelolaan Keuangan Perusahaan Daerah Kabupaten Natuna Tahun 2018-2020.

Penyerahan itu berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Natuna NOMOR : PRINT–200.a / L.10.13 / Ft.1 / 07 / 2023 tanggal 31 Juli 2023 dan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Nomor : Print-427 /L.10.13/Ft.2/11/2023 tanggal 07 November 2023 akan segera melimpahkan perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Tanjung Pinang.

Penyerahan tersangka itu disampaikan Kepala Kejaksaan (Kejari) Natuna Surayadi Sembiring didampingi Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Maiman Limbong dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Denny saat konferensi pers, di Kantor Kejari Natuna pada Rabu (08/11).

RL (58) selaku mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Kabupaten Natuna periode Juni 2018 – September 2020. Ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : PRINT – 01/L.10.13.4/Fd.1/07/2023 Tanggal 31 Juli 2023 dan menyita Barang Bukti berupa dokumen sejumlah 151 eksemplar terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi serta melakukan pemeriksaan sebanyak 24 orang saksi.

Akibat perbuatan tersangka menyebabkan kerugian negara sebesar Rp.419.318.511,00 (empat ratus
sembilan belas juta tiga ratus delapan ribu rupiah) dan dijerat dengan Primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Diancam pidana penjara minimal 4 Tahun dan maksimal 20 Tahun dan denda paling sedikit Rp.200.000.000,00 (Dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.1.000.00.000,00 (Satu miliar rupiah). Subsider Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Diancam pidana penjara paling singkat 1 (satu) Tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp.50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan denda maksimal Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Surayadi katakan,  mantan Dirut Perusda tersebut diduga menyalahgunakan pengelolaan keuangan Perusda sebesar Rp419.318.511.00

” guna kepentingan penuntutan, Tersangka  RL usia 58 tahun dititipkan di Rutan kelas 1 Tanjungpinang ,” tutup  Surayadi. *( Fadil )

banner 120x600
  • Share