Lestari Budaya, Laksanakan Pesta Perkawinan di Pantai Piwang

  • Share
Spread the love

Natuna, Kepripos.id- Sudah sebuah adat,  setiap pernikahan tidak akan terlewatkan jika tidak disertai pesta perkawinan ( walimatul ursy).

Di pelaminan itu bersanding anak dara dengan si bujang melambangkan ia sedang mengahiri masa lajangnya. Memberi tahu kepada teman-teman sebaya, saudara dan kerabat bahwa saat ini ia sudah berumah tangga.

Rangkaian pernikahan dimulai dari arak-arakkan pengantin menuju ke rumah mempelai perempuan, kemudian dilanjutkan dengan penampilan silat dari perwakilan kedua pengantin, penyerahan seserahan dari pengantin pria, ijab kabul, penjemputan pengantin wanita dikamar dan ditutup dengan tepung tawar.

Wakil Bupati Rodhial Huda menyaksikan pentas seni budaya melayu

Setelah acara pokok, pengantin dihuburi dengan lemah gemulainya  tari-tarian melayu  , lantunan lagu melayu  yang syahdu dan syair melayu dilantunkan, juga pesan gurindam 12 pun di bacakan membuat raja dan ratu sehari  tampak bahagia.

Sungguh sakral memang. Kegiatan memperkenalkan dan menjaga   budaya melayu yang sudah menjadi budaya nusantara juga memperkenalkan makanan has  tersebut merupakan sebuah kegitan yang di taja oleh Bagian Kebudayaan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau (Kepri)  melalui panggung Seni Dendang Piwang di Pantai Piwang Kabupaten Natuna, Minggu malam (11/06/2022)

Acara yang  bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna sempat dihadiri Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda sungguh memukai pengunjung Pantai Piwang mendapat perhatian pengunjung.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Natuna Hadisun mengatakan tujuan diadakannya panggung seni dendang piwang untuk memperkenalkan budaya nusantara kepada warga Natuna. Karena kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat budaya mulai hilang dan perlahan dilupakan oleh masyarakat.

“Guna menjaga budaya yang ada dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar selalu diingat”.ungkap Hadisun.

Geopark Natuna Menuju UNESCO GLOBAL GEOPARK dan  Persoalannya

 

Masih Hadisun, kegiatan seperti ini bukan hanya budaya melayu saja, nanti kita akan menampilkan budaya dari etnis lain juga dan  akan digelar setiap Sabtu malam, setiap dua kali dalam sebulan.

“disetiap rangkaian ada nilai-nilai yang ditanamkan,” pungkasnya.

Selain panggung Seni, Disdikbud juga menyediakan bazar yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disdikbud.

Ketua DWP Disdikbud Reni Indra Joni mengatakan, di stan bazar yang mereka buat tersedia makanan khas melayu Natuna dan makanan khas daerah lainnya, untuk harga dimulai dari seribu hingga sepuluh ribu rupiah.

“Ada kernas, tabel mando, empek-empek dan makanan dari olahan sagu lainnya ,” ucapnya.

Pentas budaya yang sempat dihadiri Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda ini

Negeri Melayu di ujung  Utara Provinsi Kepri yang di namakan Natuna bukan saja diminati oleh kalangan tua saja. Justru generasi millenial yang ikut bersipuh menyaksikan persembahan yang memukau itu.

Wakil Bupati Natuna sampaikan, Pelestarian budaya merupakan amanah dan pesan dari Geopark.
” Kebudayaan perlu ada dalam ujud nyata, bukan sebuah catatan sejarah belaka, kebudayaan itu perlu hidup ditengah kehidupan masyarakat yang tampa henti”. pintanya.

Malam pentas perkawinan budaya Melayu

Lanjut Rodhial, Kebudayaan musti perlu dikemas sebagai sebuah industri dalam sebuah layanan wisata yang mempu memberi kehidupan ekonomi kepada halayak ramai.

” kita perlu mengapresiasi kepada sangar yang di datangkan dari    Kecamatan Pulau Tiga ini, semoga sanggar-sangaar dari Kecamatan lain dapat ikut berpartisipasi” tutup Rodial kepada kepripos.*(Fadil).


Spread the love
  • Share