Menuju Hidup Berkualitas, Sekda Natuna Buka Rakor Germas

  • Share
Sekda Boy Wijarnarko buka rakor Germas

Natuna, kepripos.id– Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( Germas) adalah suatu  tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran dan kemauan dan kemampuan berlaku sehat untuk meningkatkan kwalitas hidup dengan melakukan aktifitas fisik, yaitu berupa olahraga secara rutin, banyak mengkonsumsi sayur dan buah, memeriksa kesehatan secara rutin di puskesmas atau klinik-klinik terdekat, peduli terhadap lingkungan, artinya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tidak merokok, menggunakan jamban yang sehat,  tidak mengkonsumsi alkohol.

Hal ini ini disampakan Sekda Natuna Bay Wijanarko mewakili Bupati pada acara pembukaan rakor Germas di ruang rapat Bupati Jalan Batu Sisir Natuna, Provinsi Kepri. Jum’at (23-09-2022).

Lanjut Sekda, Pola hidup sehat merupakan tindakan preventif agar terhindar dari penyakit, sesuai dengan arahan presiden yang tertuang dalam instruksi presiden nomor 1 tahun 2017.

Dikesepatan itu Dokter Indrike Caesaria kasi promkes dinkes provinsi kepri mengajak mengempanyekan  germas cara bersama-sama  guna mencapai kwalitas hidup  dan panjang.

Lanjutnya, Germas bukan hanya beban tanggung jawabnya pada dinas kesehatan saja, akan tetapi merupakan peran dan tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya  dalam perwujudan.

Peran OPD lainnya diperlukan karna germas itu menyasar kepada kwalitas fisik, kwalitas lingkungan, deteksi dini, edukasi hidup sehat dan perbaikan gizi.

Ia juga menyinggung penyebab terjadi stunting  kita  perlu memperhatikan asupan nutrisi terhadap bayi pada 1000 hari kelahiran dan berikan ASI Ekslusif kepada bayi 0-6 bulan.

“ ASI merupakan  sumber asupan nutrisi yang penting untuk bayi. ASI diberikan kepada bayi selama 2 tahun. Sedangkan ASI eksklusif diberikan kepada bayi selama 6 bulan dengan tanpa menambahkan makanan atau minuman lainnya”, terang Indrike

OPD yang mengikuti rakor

Indrike yang akrab di Caesa ini mempersoalkan kenapa kasus diabetes militus mencapai 60.10 % dan kasus hipertensi mencapai 39%.

“ kedua penyakit ini bukan penyakit menular dan bukan disebabkan karena keturunan, penyakit lebih disebabkan pola makan”, ungkapnya.

“ orang tua menderita diabetes cendrung anaknya mengidab diabetes, bukan berarti penyakit ini menular akan tetapi pola makan orang tuanya juga terterap kepada anaknya, sehingga anaknya terserang diabetes”, imbuhnya.

Dokter Indrike juga juga mengajak masyarakat  menjaga keseimbangan tubuh ( tidak obesitas) dengan cara melakukan olah raga secara rutin. Bagi yang sudah berumur perlu melakukan kebugaran dengan  berjalan kaki  1,5 km atau berjalan kaki selama 40 menit.

“ pengecekan mandiri guna mengetahui obesitas cukup dengan berdiri, lalu  tegak, kemudian  menundukkan kepala dengan melihat jari kaki. Jika tidak kelihatan ( terhalang perut) maka orang tersebut dikatakan obesitas.

Data kasus Diabetes dan Hipertensi

Obesitas adalah kegemukan; penambahan berat badan yang disebabkan penimbunan lemak yang berlebihan; peningkatan berat badan melebihi batas kebutuhan rangka dan fisik, sebagai akibat akumulasi lemak berlebihan dalam tubuh.

Baca Juga

Percepatan Penurunan Stunting BKKBN Provensi Kepri Latih

 

 


Upacara Hari jadi Dishub 77 dan Hari Jadi Provinsi Kepri Di Natuna

 

Kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Septi Siswandi, juga dikuti dinas Kesehatan, BP3D, BPKAD, DPMD, Dikbud, Dispora,Perkim, PU serta kesra. *Aulia).

 

 

 

banner 120x600
  • Share