https://kepripos.id/wp-admin/customize.php?return=%2Fwp-admin%2Fabout.php

Kenapa Tidak Dari Dulu Teriak Stunting

  • Share

Waktu tiada terasa berlalu, rintangan demi rintangan juga dilalui. Ekau hadir masih bersama camera fillem, tinta pena setetes demi setetes mencatat keterangan nara sumber dikutip untuk sebuah pemberitaan.

Kau hadir bersama lembaran kertas lebar yang kadang dijadikan penutup hidangan kenduri setelah dibaca oleh pencari berita.

Keritik ringan dan sindiran merupaka sapaan yang sering engkau sapaikan, semua ini demi cintamu kepada Negeri ini.

Modernisasi terus berubah seiring dengan perjalanan waktu yang terus kau ikuti demi menyampaikan informasi di negeri ini.

Kami tau  cita-citamu belum tercapai dalam sebuah perubahan mendasar. Sebuah edukasi global belum terwujud. Bukan kah pendidikan menjadi sorotanmu kala itu, karena pendidikan merupakan wujudnya untuk sebuah perubahan.

Kami tahu sistem pendidikan belum berhenti mencari jati dirinya, sehingga kamu juga bingung untuk mencari formulasi untuk disampaikan dalam karya jurnalismu.

Kurikulum selih berganti, membuat sang pendidik habis waktu mempelajarinya yang seharusnya dipergunakan untuk ilmu terapan.

Sementra kau harus menyampaikan bahwa alam merupakan tempat pendidikan sesungguh dibandingkan android ditangannya. Kau mendengar anak itu menyebut sebuah nama tumbuhan namun mereka tidak mengenali tumbuhan itu sendiri.

Kau dengar juga anak negeri bingung mencari pekerjaan, ikut tes ASN dan tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan subuah pengharapan. Mereka yang berhasil pindah domisili di negeri ini, sementara dirinya  hanya menyaksikan baju sebuah keinginan sudah disandang oleh  saudaranya pun bukan.

Sebenarnya kamu mau bilang, bukan dia yang pintar hanya saja dirinya tidak mau belajar.

Kamu juga pernah bilang apa bila sakit berobatlah dan keseimbangan gizi dicukupkan diulang tahun mu yang ke 6 di Pustu Cemaga  dengan melibat Dokter RSUD dan Ahli Gizi, kala itu jauh sebelum gelar stunting terdengar.

Kamu juga dengar, habis melahirkan tidak boleh makan sayur, telor, ikan dan lainnya. Cukup makan ikan salai yang gizinya entah kemana,   berbulan dipanas oleh sabut kelapa. Kau mencoba menyampaikan itu sebuah pesan kebodohan yang diwariskan oleh orang yang memang anak bangsa ini cukup tidak perlu pintar.

Sekerang baru sama-sama berteriak musuhi stunting, yang sebenarnya tidak bisa membesarkan orang sudah terlanjur kerdil dan lemah dalam kecerdasan.

SELAMAT HARI JADI Kepri Pos Ke 20 dan Hari Pers Nasional Tahun  2022 di Kendari.

banner 120x600
  • Share