Wabup Rodhial : Beribadah Dibulan Puasa Ibarat Berkarang

  • Share
Wakil Bupati Natuna sampaikan sambutannya
Spread the love

Natuna, kepripos.id Safari Romadhon rombongan Bupati bersafari  , bertempat di Masjid Besar Darussalam Desa Harapan Jaya Kecamatan Bunguran Tengah Kabupaten Natuna Provinsi Kepri, (22/04/2022).

Pembacaan ayat suci Al Qur’an

Safari Romadhon yang diawali dengan kegiatan buka bersama, dilanjutkan dengan sholat Isya dan Taroweh.  Untuk berkahnya acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, kemidian sambutan-sambutan serta tausiah yang ditutupi dengan do’a.

Camat Bunguran Tengah Abdul Karim menyampaikan keadaan Kecamatan Bunguran Tengah.

” Kondisisi suspek covid-19 di Bunguran Tengah pada posisi zoro” sampai Karim.

Karim juga menyampaikan  kondisi Masjid  Al Hikmah masih belum selesainya  pembangunan terasnya.

” Masjid tersebut sebagian besar pembangunannya dilaksanakan secara gotong royong dengan  sumber pendanaan berasal dari donasi masyarakat. Dikarenakan  keadaan ekonomi masyarakat menurun maka pembangunan terasnya belum selesai dan kami usulkan melalui musrenbang, semoga menjadi perhatian pemerintah” harap Karim.

Camat Bunguran Tengah, Karim sampaikan sambutannya

Wakil Bupati Rodhial dalam sambutannya menyampaikan, pembangunan tidak semestinya dibangun oleh pemerintah. Berilah ruang kepada ummat untuk beramal. Jika kita bersatu dalam sabuah pemikiran dalam kerangka beribadah kepada Allah pembangunan Masjid cukup diselesaikan dengan bersuadaya.

Rodhial juga mengajak jamaah di bulan pendidikan selama satu ini manfaatkan secara baik sebagai penentu 11 bulan yang akan datang. Laksanakan semua kebajikan, karna keistimeaan dibulan Romadhon tidak akan dijempai pada bulan lainnya.

Ibadah dibulan puasa ibarat seorang raja memerintah rakyatnya  untuk berkarang (mencari habitat laut dimalam hari dengan berjalan kaki-red).

” Raja perintahkan kepada yang berkarang agar mengambil semua yang didapatinya tanpa memilih jenis ikat tertetu saja. Bagi yang taat pada sang Raja tentu dia akan mengambil semua yang ditemuinya, sementara yang tidak mau mengikuti perintah ia akan mengambil ikan yang disukainya saja. Sesampainya ke baginda raja, raja pun berkata, semua yang kalian dapat akan saya bayar semua. Belajar dari itu, beramalpun jangan pilih-pilih, karna semuanya ada nilai ibadah oleh Allah”.

Kemudian Rodhial juga berpesan agar dalam penyeluran infaq, sodakoh dan zakat jangan ditunda-tunda, karena mereka membutuhkan. Jangan  sampai mereka meminta-minta, karena bernilai kurang baik untuk kita semua.

Disamping itu, Rodhoal juga berpesan kepada jamaah untuk menjadikan rumah sebagai madrasyah pertama bagi anak, di rumahlah karakter anak terbentuk. keberhasilan anak tidak terlepas dari keberhasilan orang tua dalam mendidiknya.

“Peluang untuk masuk dunia kerja selalu ada, seperti masuk TNI-POLRI, hanya saja peluang itu bisa dimanfaatkan,karena mereka gugur seleksi hanya persoalan kecil, yaitu merekok. Persiapan generasi muda lebih baik berarti sudah menjalankan perintah agama yang tidak mengingintan anak-anak ditinggalkan dalam keadaan lemah. Lemah dalam segi ekonomi, pendidikan maupun agama”. tutup   Rodhial.

Ustad Ishak menyampaikan tausiahnya

Dalam kesempatan itu jamaah mendapat siraman rohani oleh Ustad Ishak dari Pengadilan Agama Natuna yang menyampaikan hakekat berpuasa.

“Berpuasa pada hakekatnya mengekang. Seharusnya kita biasanya makan disiang hari, namun disaat berpuasa kita mengekang diri untuk tidak makan dan minum dari Subuh hingga Magrib, yang memiliki arti selalu menahan diri terhadap yang halal namun bukan hak kita”.

Contoh lain, latihan untuk menahan diri yang diperintahkan oleh  Agama yaitu menahan diri untuk tidak menggauli isteri ketika sedang berpuasa, jika dilakukan disiang hari pada bulan romadhon maka diwajibkan berpuasa tambahan selema 60 hari.

Hadir dalam giat tersebut, Frokopimda/mewakili, OPD, Sekwa, Camat Bunguran Tengah, Direktur PDAM Tirta Nusa, Kades Sebunguran Temgah dan tokoh masyarakat.* (fadil).

 

 

 


Spread the love
  • Share