Tunjangan PNS Dan Guru Tidak Dipangkas Untuk Perputaran Ekonomi

  • Share

NATUNA – Bupati Natuna Hamid Rizal menepis isu yang berkembang, mengenai tidak akan dibayarkannya lagi Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) guru dan PNS yang sempat santer beberapa hari terakhir ini, ujarnya disela-sela kunjungan kerjanya di Kecamatan Midai dan Suak Midai, Kamis (14/5/2020).

“Saya pastikan informasi tersebut tidak benar, justru saya berjuang mati-matian supaya TPP Guru dan PNS tetap terbayar sampai Desember nanti dengan cara memotong beberapa kegiatan lain, seperti pemangkasan proyek fisik, perjalanan dinas maupun oprasional lainnya,” terang Hamid.

Hamid mengakui, memang kondisi APBD saat ini mengalami pemangkasan, hal ini terjadi bukan hanya di Kabupaten Natuna saja akan tetapi hampir di seluruh kabupaten/kota dan di Provinsi Kepri.

Selain itu, berimbas juga pada jalannya kegiatan pembangunan yang dianggap belum terlalu strategis. Namun sambung Hamid, kegiatan DAK Puskesmas dan Kesehatan masih tetap dipertahankan.

Hamid mengungkapkan, ada beberapa pertimbangan yang memaksa tunjangan TPP tidak dipotong baik untuk guru maupun PNS, yakni untuk membantu perekonomian masyarakat.

“Gaji PNS, TNI dan Polri inilah yang banyak dibelanjakan di masyarakat, sehingga dapat membantu perekonomian secara langsung,” pungkasnya.**

Laporan : Irwanto/R02

banner 120x600
  • Share