RKPD Kabupaten Natuna Tahun 2025 Dalam Peningkatan Infrastruktur Menuju Penguatan Ekonomi Masyarakat

  • Share
Spread the love

Natuna, Kepripos.id- Terwujudnya Kabupaten Natuna sebagai Kabupaten Maritim yang Unggul, Eksotis, Aman, dengan Kemandirian Ekonomi Berlandaskan Nilai Religius dan Kultural merupakan visi misi Bupati Natuna ( WS-RH perlu  kita wujudkan melalui  Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD ) Kabupaten. Hal ini disampaikan Bupati Natuna Wan Siswandi pada pembukaan RKPD bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri. Kamis (18/01/2024).

Untuk itu lanjut Bupati, dalam menyusun RKBD perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat sesuai dengan profesinya.

Wan Siswandi berharap dengan adanya konsultasi publik ini bisa menggali dan memahami bersama dalam perancangan awal RKPD tahun 2025 yang bisa menjadi sasaran untuk memajukan pembangunan kedepan.

“Dalam pelaksanaan program pembangunan tidak bisa dilakukan secara spontan, untuk itu hari ini kita akan bahas tentang rancangan awal RKPD kita, saya harap program kerja yang dirancang bisa dibahas dengan sedetail mungkin” ujar Wan Siswandi.

Wan Siswandi juga menjelaskan bahwa permasalahan – permasalahan termasuk pembangunan di daerah Natuna masih banyak yang belum teroptimalkan.

“Saat ini permasalahan yang kita hadapi belum optimalnya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, rendahnya kualitas SDM, belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, belum optimalnya pembangunan perekonomian dan pembangunan infrastruktur,” sampai Wan Siswandi

Wan Sis minta peningkatan  potensi ternak sapi yang  dijadikan lumbung sapi, dimana Kepri setiap tahun membeli sapi qurban dari Natuna.

” Dari potensi yang ada, seperti masih luasnya lahan untuk persediaan pakan ternak jangan kita lewatkan peluang itu, karena sudah terbukti berternak sapi mampu meningkatkan perekonomian masyarakat” terang Wan Sis.

Juga jangan lupa program pupuk perlu diadakan kembali pada tahun 2025, guna meningkatkan hasil tani masyarakat.

Juga Bupati minta untuk sektor pariwisata menjadi perhatian, hanya sayangnya sektor perikanan menjadi kendala.

” Pemerintah sudah merencanakan untuk pemasangan rumpon ikan, namun dikarenakan laut sudah menjadi kewenangan provinsi dan pusat, sehingga program tersebut dibatalkan” ungkap Wan Sis.

Masih Wan Sis, Infrastruktur  Kabupaten Natuna semakin meningkat, namun masih banyak PR, seperti mangatasi Banjir Kota Ranai yang saat ini baru masuk pada tahap perencanaan,  kemudian masukkan usulan untuk jalan lingkar di Sedau.

” Di Sedanau masyarakat tinggal di atas laut, dengan adanya jalan lingkar akan membuka akses masyarakat untuk membuka pemukiman baru, namun posisi jalannya perlu diperhitungkan pasang  tertinggi, agar jalan tidak terendam air” pinta Wan Sis.

Untuk keindahan dan kenyamanan kota Ranai, Wan Sis minta kepada PUPR untuk memasuk jalan dua jalur di jalan Sukarno Hatta hingga Batu Kapal.

Kita perlu mensyukuri infrastuktur yang dibiayai oleh pesat mencapai 900 milyar dan provinsi sekitar 50 milyar, sehingga dana yang masuk di Natuna tahun 2023 sebesar 1.8 triliun.

Wan Siswandi berharap dengan adanya konsultasi publik ini bisa menggali dan memahami bersama dalam perancangan awal RKPD tahun 2025 yang bisa menjadi sasaran untuk memajukan pembangunan kedepan.

“Dalam pelaksanaan program pembangunan tidak bisa dilakukan secara spontan, untuk itu hari ini kita akan bahas tentang rancangan awal RKPD kita, saya harap program kerja yang dirancang bisa dibahas dengan sedetail mungkin” ujar Wan Siswandi.

Wan Siswandi juga menjelaskan bahwa permasalahan – permasalahan termasuk pembangunan di daerah Natuna masih banyak yang belum teroptimalkan.

“Saat ini permasalahan yang kita hadapi belum optimalnya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, rendahnya kualitas SDM, belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, belum optimalnya pembangunan perekonomian dan pembangunan infrastruktur, walau secara statistik kesemua itu sudah terjadin sedikit peningkatan,” sampai Wan Siswandi. *( Dayat).


Spread the love
  • Share