Peringati Hari Dharma Samudera Prajurit TNI AL Natuna Ziarah Ke Taman Makan Pahlawan

  • Share
Prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai melaksanakan ziarah dan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl. Taruna Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna dalam rangka menyambut peringatan Hari Dharma Samudera pada tanggal 15 Januari 2024 mendatang, Jum'at (12/01/2024).
Spread the love

Natuna, Kepripos.id- Menyambut peringatan Hari Dharma Samudera Prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai melaksanakan ziarah dan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl. Taruna Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna  pada tanggal 15 Januari 2024 mendatang, Jum’at (12/01/2024).

Kegiatan ziarah ditandai dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, peletakan karangan bunga, penaburan bunga ke makam pahlawan oleh pimpinan ziarah diikuti oleh prajurit, PNS dan anggota Jalasenastri Lanal Ranai.

Peringatan Hari Dharma Samudera dengan tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena Yang Tanggung, Profesional dan Modern.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serantak dijajar TNI AL di seluruh wilayah Indonesia, guna mengenang peristiwa heroik pertempuran Laut Arafuru pada tanggal 15 Januari 1962.

Dalam rangkaian peringatan Hari Dharma Samudera juga dilaksanakan acara doa bersama oleh seluruh prajurit Lanal Ranai di Mushola Raudhatul Jannati Mako Lanal Ranai setelah melaksanakan ibadah Sholat Jum’at bagi yang beragama Islam dan di Ruang Rapat Mako Lanal Ranai bagi yang beragama Nasrani.

Pasops Lanal Ranai, Mayor Laut (P ) Pitrajaya Burnama selaku pimpinan ziarah mengatakan, ziarah dan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan tersebut untuk mengenang jasa para pahlawan.

Peringatan Hari Dharma Samudera juga untuk memperingati peristiwa heroik dalam sejarah Angkatan Laut Indonesia yaitu mengenang pertempuran Laut Arafuru.

Perebutan Irian Barat oleh tiga KRI yaitu KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau. Pada saat itu dipimpin Komodor Yos Sudarso dan Kolonel Laut Sudomo.

Lebih lanjut, pertempuran dengan kapal perang Belanda yang menghadang Kapal Perang RI dilautan menggagalkan rencana Negera Indonesia untuk merebut Irian Barat untuk kembali kepangkuan Ibu Pertiwi.

“Dalam peristiwa pertempuran itu telah gugur Komodor Yos Sudarso beserta prajurit yang tenggelam bersama kapal perangnya,”jelasnya.* (Aulia).


Spread the love
  • Share