Pengurus FORARI 2023-2025 Dikukuhkan, Dali Harap Jadi Agen Perubahan

  • Share
Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad foto bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepri, Muhammad Dali beserta Ketua Forum Anak Provinsi Kepulauan Riau (FORARI) periode 2023-2025 usai pengukuhan FORARI di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat, 1 Maret 2024. (Foto: Kepri Pos/Y.Sudirman)

TANJUNGPINANG- (Kepripos.id),- Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengukuhkan Ketua beserta 19 pengurus Forum Anak Provinsi Kepulauan Riau (FORARI) periode 2023-2025 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat, 1 Maret 2023.

M. Fahri Al Zaffan menggantikan Azwan Rifa’i menjadi Ketua FORARI yang baru. Azwan Rifa’i beserta pengurus FORARI yang lama menjadi fasilitator.

Dalam sambutannya, Ansar menyoroti peran vital anak-anak dalam mewujudkan masa depan Provinsi Kepri. Dengan fakta bahwa 1/3 dari populasi Provinsi Kepri adalah anak-anak, Ansar menekankan pentingnya memajukan potensi dan peran anak untuk pembangunan.

“Kita harus memastikan bahwa setiap anak tumbuh sehat, mendapatkan pendidikan terbaik, memiliki identitas dan dilindungi dengan penuh kasih sayang” katanya.

FORARI, menurut Ansar, didukung sebagai mitra kunci pemerintah dalam upaya memperkuat peran anak-anak. Peran FORARI sebagai pelopor dan pelapor, menekankan pentingnya partisipasi anak-anak dalam perencanaan pembangunan.

Ansar mengapresiasi pengurus FORARI periode sebelumnya dan menyambut pengurus baru dengan harapan agar mereka melanjutkan program unggulan dan menghadirkan inovasi baru.

“Jaga nama baik organisasi dan bekerja sama dengan semua pihak, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk mewujudkan pemenuhan hak anak yang layak anak,” ujarnya.

Serah terima piagagam ucapan terima kasih dari Pemerintah Provinsi Kepri kepada pengurus FORARI yang lama.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepri, Muhammad Dali menjelaskan bahwa FORARI adalah organisasi binaan pemerintah provinsi melalui dinasnya, untuk menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak-anak di lingkungan Provinsi Kepri dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak.

FORARI, menurutnya, bentuk komitmen pemerintah provinsi dalam hal perlindungan anak. Selain menggabungkan upaya promotif dan preventif melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan upaya Kuratif dan Rehabilitatif melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).

“FORARI harus menjadi wadah yang efektif untuk menyuarakan pandangan serta kebutuhan anak-anak di daerah kita. Pemerintah akan terus mendorong forum anak dan komunitas peduli anak untuk terus berperan dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak,” kata Dali.

Melalui pengukuhan ini, FORARI diharap memaksimalkan perannnya dalam perencanaan pembangunan. “Selain itu, FORARI juga diharapkan berperan sebagai agen perubahan bagi teman-teman dan lingkungan sekitarnya, serta dapat menyampaikan laporan hambatan pemenuhan hak anak,” ucap Dali.

Hadir dalam pengukuhan, Pangkogabwilhan I diwakili Waspotwil, Danrem 033/Wirapratama diwakili Kasiter Korem, Kajati Kepri diwakili Wakajati Kepri, Ketua Pengadilan Tinggi Kepri diwakili Hakim Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kepri diwakili Hakim Tinggi, Kapolda Kepri diwakili Kapolresta Tanjungpinang, Pangkoarmada I diwakili Potmar Koarmada l, Kabinda Kepri diwakili Korwil ll Binda Kepri, Danlanud RHF, Tim Percepatan Pembangunan Kepri Sarafuddin Aluan dan Kepala OPD. (Yoyok Sudirman)

 

banner 120x600
  • Share