Pendidik Kampung Segeram Keluhkan Dana Bos Berkurang

  • Share
Mukhtar Hadi Guru Agama SD Segeram Sampaikan persoalan SDnya ke Bupati Natuna

Natuna, kepripos. id – Segeram merupakan  nama suatu  kampung. Kebaradaannya sangat terisolir, walaupun perkampungan tersebut merupakan  bagian  dari kelurahan Sedanau Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna Provinsi Kepri.

Di Kampung tua ini hanya dihuni oleh 30 KK saja.  hanya orang pilihan lah yang sanggup bertahan lama disana, alasan meraka tidak betah tinggal di perkampungan tersebut karena  serba ketertinggalan ,  mulai dari akses menuju perkampungan tua itu, sarana pendidikan hingga tidak adanya jaringan internet.  sehingg kampung ini dimasukan kedalam katagori Daerah  Terdepan Tertinggal, Terpencil dan Terluar.

Ketertinggalan itu pelan-pelan berubah.  Sekitar 15 tahun silam berdirilah Sekolah Dasar di kampung tua itu, sehingga anak-anak  mereka mulai memperoleh  pendidikan tingkat SD di kampung halaman mereka sendiri.

Tidak sampai disitu saja, setelah mereka menamatkan SD hanya sedikit saja yang melanjutkan pendidikan ke jenjajng SLTP yang karenakan  harus menyeberang sungai selama 1 jam dengan mempergunakan p0mp0ng untuk mendapatkan sekolah tingkap SLTP yang juga berada  di Kelurahan Sedanau.

Bupati Natuna Wan Siswandi

Kekurangan demi kekuranganpun  terurai.  Pada  (19/09/2019) Menteri Pendidikan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. meresmikan SMP 3 satap di Kampung Segeram.

Para pendidikpun lebih merasa senang tinggal dan mengadi di kampung Tua ini, di tahun terakhir ini mereka sudah dialiri listri PLN dan jaringan internet pun sudah mereka peroleh. Namun rasa senang itu tiba-tiba berubah mejadi sinarna harapan yang dikarenakan  tunjangan Daerah 3T mereka dicabut dari Pusat.

Bukan hanya itu saja, dana BOS yang mereka dapati 73 pertahun kini hanya tinggal 17 juta.

Sementara SMP Satap menerima 93 juta pertahun, sekarang tinggal 9 juta.

Penurunan ini terjadi dikarenakan mereka masuk di kelurah Sedanau yang memang tidak masuk dalam Daerah 3T.

Dikarenakan tidak mampu lagi menanggung beban operasiaonal Sekolah Kepala SD Segeram  Zuprianto dan waka SMP Segeram Solihin dan didampingi Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Bunguran Barat beserta para guru Mereka menyampaikan keluhannya Kebuapti Natuna.

” Dulu dana BOS  dihitung berdasarkan ketentuan untuk daerah 3T, dimana siswa kurang dari 60 orang maka BOSnya ditetapkan sebesar 73 juta untuk SD dan 93 juta untuk SMP. Sekarang ini bosnya dihitung berdasarkan rasio siswa, dimana siswa SD kami  hanya 13 orang dan SMP sebanyak 6 orang “. sampai meraka kepada Bupati Natuna Wan Siswandi, bertempat di ruang kerjanya Kantor Bupati Jln Batu Sisir Natuna Provinsi Kepri, Kamis (12/05/2022).

Bupati   menyampaikan terimaksih atas pengabdian para guru di daerah terpencil itu.

” Kami pemeritah daerah mengapriasi atas pengadian di kampung yang serba keterbatasan, namun keterbatasan itu pelan-pelan kita penuhi, seperti listrik dan internet baru-baru ini juga sudah masuk di sana”. Ungkap Sis.

Untuk penyemaan hak pendidikan di Segeram dengan daerah 3T lainnya, pemerintah Pusat perlu mepertimbangkan lex specialis.

Majelis Guru SMP dan SD SD Segeram

” pemerintah harus memberi khususan bagi sekolah disebuah perkampung terpencil, walaupun kampung tersebut berada diwilayah kelurahan. Sosulusi lain untuk kampung Segeram,  dijadikannya sebuah Desa dengan persyaratan khusus yang tidak terbeban oleh syarat jumlah penduduk minimal”. terang Siswandi.

“Untuk itu, segera bentuk panitia pemekaran dan sampaikan itu, namun pengkajiannya ada di pusat, karena secara persayaratan jumlah penduduknya masih belum mencukupi. Untuk khususan daerah terpencil yang masuk wilyah kelurahan, nantinya akan disampaikan persoalan ini ke Kemendikbud.tutup Sis. *(Fadil)

 

 

banner 120x600
  • Share