Penantian Cemas Akhirnya Tiga Pompomg Nelayan Kembali dengan Selamat

  • Share
Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda memberi selamat kepada Nelayan yang selamat dari terpaan ombak

Natuna, Kepripos.id- Setelah melewati hantaman ombak dan badai,  tiga pompong nelayan asal Teluk Baruk  Kebali dengan selamat di pelabuhan nelayan Teluk Baruk Desa Sepempang  Kecamatan Bunguran Timur Kebupaten Natuna, Dini hari Minggu (05/12/2021).

Pada hari selasa (30/11/2021),  tiga pompong nelayan berangkat melaut mencari ikan. Pompong tersebut ditekongi oleh Hamdani  (45 ) bersama dua anggota, pompong lainnya di tekongi Bahran (32) bersama dua anggota, sementara pompon yang di tekongi Aswat (48) hanya membawa satu teman.

Kepada media ini Hamdani sampaikan, pada hari selasa kami berangkat melaut, berdasarkan kebiasaan dua hari kemudian angin mereda dan  dilautpun yang biasa kami nongkol ( mincing) teduh.

“ namun kejadian diluar kebiasaan, sejak kamis malam angin disertai hujanpun datang dengan tiba-tiba, setalah masuk pagi jum’at gelombang semakin tinggi ( mencapai 5 meter) yang desertai angin dan hujan”, ungkap Hamdani.

Akhirnya kemi dari tiga pompong sepakat untuk kembali.  Kami pun berlayar berdekatan dengan kecepatan hanya mampu 2,5 mil per jam, sehingga memakan waktu 48 jam baru sampai kembali ke pelabuhan nelayan teluk baruk.

Lanjut Hamdani, Posisi kami saat di serang gelombang tinggi,  berjarak 150 mil dari pelabuhan Teluk Baruk Natuna, ke Kucing Malaysia berjarak 156 dan ke Berunai berjarak 205 mil.

Wakil Bupati Natuna, Rodhial didampingi Kapolres Natuna beserta Kasat Intel, Sekda Natuna Kepala Basarnas beserta anggota, Kajari Natuna, Ketua Komisi I DPRD,  Camat Bunguran Timur serta masyarakatkut menyambut kembalinya nelayan tersebut.

Wakil Bupati berharap kepada Nelayan agar memperhatikan peringatan dini dari BMKG, Basarnas dan Dinas perhubungan.

” Beberapa hari lalu kan sudah dikekuarkan peringatan untuk semua kapal tidak melaut, klo dipaksakan pun melaut juga tidak akan mendapatkan ikan, sementara keluarga dan masyarakat berharap cemas.” sampainya Rodhial.

        Isteri Tiga tekong menyambut kembali sang suami

Rodhial kepada awak media menyampaikan,  sarana komunikasi pompong nelayan memang  perlu ditingkatkan, walau saat ini radio komunikasi mereka masih mampu berkomunikasi hanya 50 saja, setelah 50 mil nelayan akan kehilang kontak kedarat, jika terjadi kecelakaan, seperti mesin rusak dan lain sebagainya, maka mereka tidak bisa berkomunikasi.

” Pemerintah daerah, Provinsi maupun pusat mamang perlu memperkuat sara komonikasi nelayan,  .”ucapnya.

Pada hari selasa (30/11/2021) BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang 2.5-4.0 meter dengan kecepatan angin 26 kenot per jam.* (Fadil).

Baca juga peristiwa tiga pompong nelayan lainnya yang berhasil kembali ke pelabuhan

Cuaca Ekstrim,Tiga Buah Pompong Hilang Komunikasi Di Laut Natuna.

banner 120x600
  • Share