Nelayan di Pulau Laut Tangkap Kapal Cumi Beroperasi di Bawah 12 Mil Akhalirnya Kembali Berlayar

  • Share

Anggota Komisi II DPRD Natuna Junaidi Minta PSDKP Membuka POS di Pulau Laut

Natuna, Kepripos.id – Berawal dari penangkapan kapal ikan KM Mahkota Jaya yang sedang menangkap ikan cumi dibawah 12 mil nelayan 3 Desa di perairan Pulau Laut oleh nelayan   Desa Kadur, Air Payang dan Tanjung Pala yang terjadi pada 21 hari lalu.

sepakat menyelesaikan hal ini dengan cara musyawarah dengan menandatangani beberapa perjanjian antara nelayan lokal dengan Nahkoda K, yang beroperasi di wilayah tangkap nelayan tradisional.

Bupati Natuna, Wan Siswandi bersama Komandan Lanal Ranai, Kolonel (P) Arif Prasetyo I, dan Dandim 0318 Natuna Letkol Inf. Marison Chandra.S.Sos, selesaikan masalah KM Mahkota Jaya yang menangkap cumi dan ikan di bawah 12 Mil dari bibir pantai, Minggu (14/5),

Terlihat Waka Polres Natuna, Ahmad Rudi Prasetyo, serta Kasat Reskrim, serta beberapa kepala OPD Pemda Natuna turut hadir dalam penyelesaian masalah antara nelayan lokal Pulau Laut dengan kapal penangkap cumi KM. Mahkota Jaya 2 yang beroperasi di bawah 12 Mil yang kini masih ditahan oleh nelayan lokal selama 21 hari.

Masyarakat meminta, perjanjian yang dibuat juga nantinya ditaati oleh seluruh nelayan yang beroperasi di wilayah sekitar perairan Pulau Laut. Meski dengan suasana yang sedikit memanas, namun proses kesepakatan dapat berjalan dengan kondusif.

Pada acara itu Bupati Natuna Wan Siswandi menegaskan bahwa dirinya akan tegak berdiri di belakang nelayan Pulau laut, agar hal ini tidak terulang kembali.

“Aturan sudah ada, tolong jangan dilanggar, jangan anggap nelayan kami ini tunggul bos, tolong jaga dan saling menghargai,” kata tegas Wan Siswandi kepada Nahkoda Kapal Mahkota Jaya 2.

Wan Siswandi dengan tegas mengatakan akan membela para nelayan lokal, apalagi para warganya berbuat benar untuk mempertahankan hak mereka untuk mencari penghidupan.

Wan Siswandi juga mendukung apa yang dilakukan oleh warganya untuk menahan kapal dan menempuh jalur musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan ini.

“Saya perlu memberi apresiasi, kepada masyarakat Pulau Laut yang tidak melakukan tindakan anarkis dan membuat perjanjian damai dengan pelanggar batas tangkap ikan,” ungkap Wan Siswandi.

Wan Siswandi juga akan membawa suara masyarakat nelayan Pulau Laut ini ke pihak terkait serta keinginan masyarakat agar perdes yang mereka buat tentang menangkap ikan di Pulau Laut memiliki kekuatan hukum di mata pemerintah daerah dan pusat.

Junaidi Anggota Komisi II DPRD Natuna meminta tindakan lebih tegas terhadap nelayan melanggar zona tangkap
Anggota Komisi II DPRD Natuna Junaidi minta PSDKP Membuka POS di Pulau Laut, hal ini diperlukan agar pengawasan di perairan pulau laut lebih maksimal kerena di daerah ini memang tempat nelayan mencari ikan, baik KIA maupun nelayan I*ndonesia yang bertonase besar.

Junaidi juga berharap kepada kapal neyan yang bertonase besar, hendaknya tidak menangkap ikan sesuai zona tangkapnya, karena angkan menggangu tangkapan nelayan lokal.  Jika kedapatan menangkap diluar zana tangkap, meraka buka saja diberi denda, akan tetapi dicabut izinnya.

” kalau hanya diberikan sanksi denda tidak akan memberi efek jera kepada nelayan nakal lainnya”, Ungkap  Junaidi.

* ( Aulia)

banner 120x600
  • Share