MPLS di SMPN 10 Tanjungpinang, Yulismar: Selamat Datang Siswa Baru

  • Share
Kepala SMP Negeri 10 Kota Tanjungpinang, Yulismar, S.Pd, M.M (kanan) dan Wakil Kepala SMPN 10 Tanjungpinang, Suarfandi, S.Pd. (Foto: Kepripos.id/Yoyok Sudirman)

TANJUNGPINANG, (Kepripos.id)- Kepala SMP Negeri 10 Kota Tanjungpinang, Yulismar mengucapkan selamat datang kepada 136 siswa baru yang diterima di sekolah tersebut. Termasuk kepada orang tua dan wali muridnya.

Hari ini, Senin, 10 Juli 2023, seluruh siswa baru itu mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Yulismar mengatakan MPLS diadakan agar siswa baru dapat mengenali dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah. MPLS sekaligus ajang menyosialisasikan program, aturan dan sarana dan prasarana sekolah.

“MPLS kita gelar melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat relevan dengan melibatkan guru,” kata Yulismar ketika ditemui Kepri Pos di sekolahnya.

Mantan Kepala SMP Negeri 5 Tanjungpinang itu menjelaskan bahwa dulu, sebelum MPLS, hari pertama masuk sekolah siswa baru identik dengan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS). Namun sejak beberapa tahun terakhir MOS dihapus. Diganti dengan MPLS. Hal ini disebabkan MOS seringkali diisi dengan kegiatan perploncoan.

“Sementara MPLS di SMP Negeri 10 peserta didik baru kami ajak untuk memahami lingkungan baru dengan suasana yang menyenangkan, dengan narasi kegiatan yang dibuat dalam bentuk kreativitas,” ujar Yulismar.

Sekolah juga secara khusus mendatangkan petugas dari Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Tanjungpinang pada kegiatan MPLS ini. Sebagai upaya mencegah terjadinya bullying atau perundungan.

Caranya dengan memberikan pemahaman tentang bahaya perundungan kepada setiap siswa. Diikuti penegakan aturan secara tegas jika tindakan tersebut terjadi. Selanjutnya membangun suasana hangat dan hubungan yang saling mendukung di lingkungan sekolah.

“Lebih dari itu tentunya perlu kerja sama yang baik antara sekolah, seperti guru dan staf, dengan orang tua siswa. Dengan begitu tindakan perundungan di sekolah dapat diminimalisir dan dicegah,” kata Yulismar.

Adapun salah satu bentuk kerja sama antara orang tua siswa baru dengan sekolah, Yulismar mengaku segera membentuk grup melalui aplikasi Whashapp. Namanya: Paguyuban Orang Tua Hebat!

Grup komunikasi tersebut untuk merekatkan orang tua siswa dengan sekolah. Agar turut berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan. Dan secara bersama-sama mengawasi perkembangan dan kemajuan pendidikan anak. Sekaligus sebagai pengawas eksternal untuk mencegah potensi mal-administrasi di sekolah.

Yulismar berharap peserta didik yang baru memasuki tahap awal di lingkungan sekolah merasa nyaman dan menyenangkan.

“Jika suasana sekolah nyaman tentu akan membuat peserta didik jadi semangat untuk memulai aktivitas,” katanya.

Wakil Kepala SMPN 10 Tanjungpinang, Suarfandi merinci, secara umum materi yang diberikan selama MPLS terdiri dari sosialisasi tentang tata tertib sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan baris berbaris, hingga pengenalan warga sekolah.

Pria kelahiran Tuban itu juga menerangkan bahwa sebetulnya penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini belum mencapai target. Karena kuota sekolah di Jalan Sultan Mahmud, Tanjung Unggat, ini ditetapkan sebanyak 180 siswa. Yang masuk “hanya” 136. Mereka dibagi dalam lima kelas. Masing-masing kelas berisi 30 orang.

Kendati begitu, Yulismar optimis SMP Negeri 10 Tanjungpinang akan terus lebih baik ke depan. “Tangguh dan berprestasi,” katanya. (Yoyok Sudirman)

banner 120x600
  • Share