Kumis Kasih Kurniawan

  • Share
Kasih Kurniawan dan Sena ketika menghadiri Gebyar Pentas Seni sempena Pelepasan Peserta Didik Tahun Pelajaran 2022-2023 TK Negeri Pembina 1 Tanjungpinang, Sabtu, 17 Juni 2023. (Foto: Kepripos.id/Yoyok Sudirman)
Spread the love

TANJUNGPINANG, (Kepripos.id)- Orangnya kalem. Sederhana. Berkumis. Namanya Kasih Kurniawan, 39 tahun.

Ia alumnus Universitas Gajah Mada (UGM). Jurusan Teknik Fisika. Kurniawan kini ASN untuk jabatan fungsional di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang.

Media ini berjumpa dengannya pada acara Gebyar Pentas Seni sempena Pelepasan Anak Didik Tahun Pelajaran 2022-2023 di TK Negeri Pembina 1 Tanjungpinang, Sabtu, 17 Juni 2023.

Kinanti, anak Kurniawan, tampil pada pentas seni tersebut.

Adapun panas terasa sangat terik siang itu. Tapi Kurniawan tampak slow. Seraya melayani Sena, adik Kinanti, yang minta bermain di halaman TK.

“Dinikmati saja,” katanya.

Yang tak dinyana, di balik kesederhanaan dan kalemnya itu, Kurniawan ternyata memiliki hobi yang tergolong berat: otomotif dan elektronik.

Baginya, mempreteli mesin bisa menjadi pelepas penat dan menemukan kepuasan pribadi. Tak jarang ia rela merogoh kocek agak dalam demi hobinya tersebut.

“Namanya juga hobi, kadang tidak semua orang mengerti,” ujar Kurniawan.

Adapun elektronik, ia nyaris memahami semua sistem kerja alat elektronik. Termasuk isi dalamnya. Misal alarm, radio, hingga pom bensin dan banyak lagi.

Bisa jadi jika di rumahnya ada barang otomotif atau elektronik rusak, katakanlah traktor atau blender, maka tak perlu lagi dibawa ke bengkel.

Kurniawan juga penyuka motor klasik. Ia mengoleksi motor tua, Binter Mercy keluaran 1982.

Menurutnya, butuh proses panjang untuk melakukan restorasi motor spesial tersebut. Karena onderdilnya langka.

Ia mengaku berusaha menjaga motor tua miliknya se-asli mungkin. Mulai dari lampu seins, head lamp, bodi, hingga asesoris yang lain. Masalah spare part ia dapatkan melalui hunting.

“Atau dibeli secara online,” ucapnya.

Kurniawan lalu menjelaskan filosofi di balik hobinya.

Mesin dan elektronik, menurutnya, satu sama lain saling berkaitan. Keduanya mengajarkan seseorang untuk sabar dan telaten. Sehingga dapat membantu menempa karakter seseorang untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan.

Itu sebabnya orang seperti Kurniawan sebisa mungkin menjauhi marah. Ia mengaku semarah apapun akan berusaha mengendalikan. Baginya, emosi adalah sesuatu yang harus berada di bawah kendalinya bukan malah dikendalikan.

Tak mengherankan jika Kurniawan memelihara kumis. Mungkin agar tampak garang. Menyembunyikan pribadi aslinya yang kalem.

Sementara di mata Wulansari, istrinya, Kurniawan dengan kumisnya itu dipandang memiliki semacam pesona alam pegunungan. (Yoyok Sudirman)


Spread the love
  • Share