Kombesgor: Mari Hidupkan Kembali Budaya Gotong-Royong

  • Share
Ketua Komunitas Bersama Gotong Royong (Kombesgor) Provinsi Kepri, Hadi Mulyanto (tengah berdiri) di sela gotong royong membersihkan Hutan Lindung Bukit Kucing, di Jalan Ir. Sutami, Tanjungpinang, Jumat, 11 Agustus 2023. (Foto: Kepripos.id/Yoyok Sudirman)
Spread the love

TANJUNGPINANG, (Kepripos.id)- Ketua Komunitas Bersama Gotong Royong (Kombesgor) Provinsi Kepri, Hadi Mulyanto mengajak seluruh elemen masyarakat di daerah ini untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong. Karena merupakan ciri khas budaya bangsa. Harus dilestarikan.

Gotong royong, menurut Hadi, sangat bermanfaat merawat persatuan dan kesatuan. Baik antar-masyarakat, masyarakat dengan pemerintah, atau aparat dengan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas secara bersama-sama.

Ajakan mengaktifkan budaya gotong-royong ini utamanya disampaikan kepada unsur pimpinan daerah.

“Seruan pimpinan harus pula diteruskan kepada unsur di bawahnya,” ujar Hadi di sela gotong royong membersihkan Hutan Lindung Bukit Kucing, di Jalan Ir. Sutami, Tanjungpinang, Jumat, 11 Agustus 2023.

Aksi bersih-bersih ini diinisiasi Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang. Pengurus Kombesgor dilibatkan karena selama ini dinilai aktif membersihkan fasilitas umum.

Hadi mengatakan perkembangan jaman yang semakin modern sekarang ini turut mewarnai pola hidup masyarakat. Nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa perlahan mulai ditinggalkan akibat pengaruh modernisasi. Gotong-royong pun tidak lagi menjadi sebuah kebutuhan sosial.

“Padahal budaya  gotong-royong  ini penting  sebagai sebuah kerja sama masyarakat untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu yang dianggap berguna untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Hadi pun mengajak seluruh masyarakat untuk aktif bergotong-royong. Contohnya membersihkan lingkungan.

“Karena dampak gotong royong ini sangat luar biasa untuk lingkungan. Selain sebagai sarana menjaga persatuan dan kesatuan antar-warga,” katanya.

Hadi percaya setiap warga pastinya mendambakan hidup yang rukun, bergandeng tangan dan saling tolong-menolong antar-sesama. Budaya gotong-royonglah jawabannya.

Gotong-royong merupakan bentuk nyata solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap warga yang terlibat di dalamnya memiliki hak untuk dibantu dan juga berkewajiban untuk membantu.

“Di sini terdapat azas timbal balik yang saling menguntungkan,” tutur Hadi.

Berangkat dari semangat gotong royong ini pula Kombesgor dibentuk. Fokus kerja organisasi ini membersihkan lingkungan dan fasilitas umum. Secara sukarela. Setiap pekan.

Masyarakat bahkan bisa mengundang Kombesgor untuk membersihkan lingkungannya. Gratis.

“Tapi kalau masyarakat mau menyediakan konsumsi boleh-boleh saja,” ujar Hadi.

Melalui kegiatan bersih-bersih Kombesgor sekaligus ingin memberikan teladan kepada masyarakat. Agar peduli kebersihan. Dan berperan serta dalam merawat fasilitas umum yang disediakan pemerintah.

“Semoga kegiatan semacam ini akan lebih banyak lagi dilakukan masyarakat,” katanya.

Kombesgor telah aktif sejak lima tahun lalu, lahir pada 22 Juli 2018. Untuk tingkat provinsi, Pengurus Kombesgor Periode 2023-2028 dikukuhkan pada Sabtu, 22 Juli 2023 lalu. Oleh Gubernur Provinsi Kepri yang diwakilkan kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Said Nursyahdu.

Sekretariat Kombesgor di Jalan MT Haryono Nomor 69, Kelurahan Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang. Anggotanya kini sekitar 200 orang.

Hadi berharap ke depan Kombesgor dapat menjadi mitra pemerintah. Dan menjadi penggugah budaya gotong royong di tengah-tengah masyarakat. (Yoyok Sudirman)


Spread the love
  • Share