Kajati Kepri Titip Pesan Untuk Guru Natuna, Jangan Sampai Generasi Penerus Jadi Penonton di Negeri Sendiri

  • Share
Kajati Kepri sosialisasi Restorative justice di Natuna

 

Natuna, Kepripos.id Semakin hari penuh dengan kompetitif yang perlu peran sangguru untuk menjawab kesempatan kerja generasi muda yang penuh persaingan. Hal ini disampaikan oleh  Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Gerry Yasid dalam paparannya  pada acara  sosialisasi Pendekatan  Restorative Justice (RJ) bertempat di Gedung Sri Srindit Jalan Yos Sudarso Batu Hitam Kabupaten Natuna Provinsi Kepri. Senin, 27/06/2022.

Restorative justice atau yang   disebut keadilan restoratif. Keadilan ini merupakan suatu jalan untuk menyelesaikan kasus pidana yang melibatkan masyarakat, korban, dan pelaku kejahatan dengan tujuan agar tercapai keadilan bagi seluruh pihak, sehingga diharapkan terciptanya keadaan yang sama seperti sebelum terjadinya kejahatan dan mencegah terjadinya kejahatan lebih lanjut.

Kepala SMPN 2 Bunguran Timur Samanhudi mananyakan cara terbaik mengatasi anak bandel

Sebelum paparan Kajati, Bupati Natuna Wan Siswandi meminta kepada peserta yang dihadiri oleh Sekda, Ketua DPRD Natuna berserta anggota, Kajari Natuna,  Kepala OPD, Camat, Kepala Sekolah dan tokoh masyarakat ini dimintanya untuk memperhatikan dengan seksama.

Lanjut Kajati, dibidang pendidikan terus bersaing termasuk Kabupaten  Natuna, untuk terus bisa bersaing diperlukan pengelolaan dana pendidikan untuk kegitan ekstra kulikuler yang tidak hanya tertuju dibidang olahraga saja.   Pelajaran ekstra kulikuler lain seperti kursus bahasa Inggris dan keterampilan lain perlu dioftimalkan, kerena talenta siswa berbeda antara satu dengan yang lainnya.
“Ibu guru tidak hanya melihat dari segi kekurangan anak saja, perlu juga dilihat sisi kelibihan lain,  seperti olah raga, kesenian dan bakat- bakat lainya”. ungkap Kajati.
Bayangkan 1 anak harus menguasai ilmu dari 15 guru dan minta seperti gurunya, sehingga bakat anak menjadi terpendam.

Masih Kajati, lakukanlah peroses belajar mengajar dengan kasih sayang dan hindari kekerasan, kerena kekerasan itu akan membentuk karakter anak menjadi keras dan kasar nantinya. Disamping itu kekerasan terhadap anak termasuk melanggar HAM  dan hukum formal Indonesia.

Ini merupakann tanggung jawab bersama baik pemerintah, Sekolah, Ibu  guru untuk mengoptimalkan dana pendidikan guna  kepentingan anak-anak. Kalau tidak kapan kita akan maju.

Potensi anak-anak Natuna cukup baik yang akan mengisi kesempatan kerja nantinya, seiring  dengan potensi sumberdaya daya alamnya  cukup baik di Natuna.

Penyerahan sembako secari simbolis

Gerry juga sebutkan, dirinya mempunyai kepentingan penegakan hukum, namun penerapanya akan  sebanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Kadang orang munciri hanya sekedar memenuhi untuk makan dan  kadang perkara kecil,  penyelesaiannya cukup sampai ditingkat desa saja.

” Kasus kekerasan rumah tangga  (KDRT) seharusnya diselesaikan secara musyawarah diselesaikan ditingkat rumah, apalagi ada niat untuk bercerai, pada akirnya anak yang menjadi korban”. tutupnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sembako secara simbolis kepada penerima manfaat dan dilanjutkan dengan sesi poto bersama.* (Fadil).

banner 120x600
  • Share