Kadis Perkim Bintan Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi TPA 2,44 Milliar

  • Share

Bintan, Kepripos.id – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Bintan HW dan 2(dua) tersangka lainnya berinisial AS serta SP langsung ditahan usai dua jam ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan ganti rugi lahan tempat pembuangan akhir (TPA) seluas 2 hektar tahun 2018 di wilayah Tanjunguban Selatan kecamatan Bintan Utara – Kepri, rabu (20-07-22).

Dengan mengunakan rompi tahanan, ketiga tersangka bungkam saat digiring masuk ke dalam mobil tahanan dari kantor Kejari Bintan. Beberapa awak media yang melontarkan pertanyaan tidak digubris oleh para tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri Bintan I Wayan Riana

Kadis Perkim HW bersama 2(dua) orang lainnya AS dan SP dengan peran masing masing langsung di titipkan di sel tahanan Mapolres Bintan. Ketiga tersangka ditahan di sel Polres Bintan selama 20 hari kedepan guna melengkapi berkas untuk diajukan ke pengadilan.

Dalam perkara ini, Kejari Bintan telah memeriksa 36 saksi serta 3 (tiga) saksi ahli baik dari pihak kehutanan maupun BPN serta 110 dokumen sebagai barang bukti tentang tumpang tindih kepemilikan lahan dan sebagian lahan TPA tersebut masuk kawasan hutan.

4 Tahun Kasus Tanah TPA Bintan Belum ada Tersangka

Sementara itu, Jaequalin Martha Sitanggang selaku tim audit BPK RI perwakilan Kepri menyebutkan, sesuai data dan klarifikasi para pihak, hasilnya tim BPK menemukan kerugian negara sebesar Rp. 2,44 miliar dari rasionalisasi total APBD Rp. 3,34 milliar.

I Wayan Riana Kepala Kejaksaan Negeri Bintan mengatakan, HW merupakan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Bintan. Penetapan 3 (ketiga( tersangka ini telah melalui tahap penyedikan hingga terbukti bersalah, jelanya.

Apakah dalam kasus pengadaan Tanah TPA ini bakal ada penambahan tersangka, karena diduga melibatkan banyak orang yang berhubungan status tanah? Kasih Pidsus Kejari Bintan Fajrian, mengatakan untuk sementara 3 tersangka karena penyidik paling berperan aktif dalam kegiatan tersebut.
“Kami fokus menyelesaikannya”, terangnya.

Foto: Kasi Pidsus Kejari Bintan Fajrian

Atas perbuatannya/ ketiga tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 undang-undang tipikor jo pasal 55 KUH Pidana dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.***(Muslim M)

 

 

banner 120x600
  • Share