FPPI Batam Gelar Pelatihan Membatik di Lapas Perempuan

  • Share
Jajaran DPC FPPI Kota Batam foto bersama warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Batam beserta petugas Lapas usai pelatihan membatik, Senin, 19 Juni 2023. (Foto; Kepripos.id/Yoyok Sudirman)
Spread the love

BATAM, (Kepripos.id)- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Batam menggelar pelatihan membatik bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam, Senin, 19 Juni 2023.

Sebanyak 20 perempuan warga binaan yang dilibatkan dalam pelatihan selama sehari tersebut.

Ketua DPC FPPI Kota Batam, Yuni Hastuti Anggriani, A.Md mengatakan pelatihan ini merupakan program kerja organisasinya dalam rangka membina dan memberikan keterampilan bagi kaum perempuan.

Tujuannya untuk membekali warga binaan dengan keahlian yang memiliki nilai ekonomi. Adapun pangsa pasar batik dinilai masih cukup besar. Baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Maka besar harapan kami setelah pelatihan ini ilmu yang didapat warga binaan diterapkan dalam kegiatan harian maupun setelah bebas nanti,” kata Tutik—sapaan Yuni Hastuti Anggriani.

Diterangkan bahwa implementasi dari pelatihan bahkan tidak harus menunggu warga binaan bebas. Tapi dapat langsung dipraktikkan.

Semua bahan pelatihan yang digelar hari ini memang disediakan sepenuhnya DPC FPPI Batam. Kain batik yang sudah jadi juga dihadiahkan kepada peserta.

Sementara ke depan, untuk menjaga kontinuitas pelatihan dan memberikan nilai ekonomi bagi warga binaan, pihak Lapas akan mendukung penyediaan bahan. FPPI Kota Batam memfasilitasi pemasaran.

Hasil penjualan akan diserahkan sepenuhnya kepada wargaan binaan setelah dipotong biaya pembelian bahan. Duit potongan tadi untuk kembali dibelanjakan bahan. Begitu seterusnya.

Tutik mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelatihan. Sehingga berjalan sesuai yang diharapkan.

Pelatihan hari ini, menurutnya, juga bersertifikat. Sebagai dokumen keahlian bagi para warga binaan. Diharapkan dokumen tersebut berguna bagi mereka setelah bebas. Bisa untuk keperluan membuat home industri atau berkarir di industri yang terkait.

Tutik juga menjelaskan bahwa pelatihan yang diadakan pihaknya tidak hanya sekali ini saja. Tapi kontinyu setiap bulan. Menyasar berbagai elemen perempuan di lokasi yang berbeda. Hingga akhir tahun.

Tak tanggung-tanggung, demi suksesnya pelatihan, FPPI Kota Batam mendatangkan pakar batik kenamaan Indra Sugiyono. Ia assesor kompetensi batik. Sekaligus owner Indra Batik Batam (IBB). Indra dibantu satu orang asisten.

Antusias warga binaan terlihat saat mengikuti pelatihan. Indra dan asistennya tampak telaten mengajarkan semua proses membatik yang berbasis kearifan lokal. Mulai dari pengenalan alat hingga cara penggunaannya, pembuatan pola, teknik mewarnai (termasuk tata cara mencampur warna), hingga bahan menjadi batik siap pakai.

Selama pelatihan, Indra mengaku tidak menemui hambatan. “Warga binaan justru serius dan semangat. Saya bahagia sekali dapat berbagi ilmu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan batik yang diadakan adalah teknik batik cap. Motifnya: marlin.

Suasana pelatihan membatik.

Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Kelas IIB Batam, Puspitadini menyampaikan apresiasi setinggi-tingi kepada seluruh jajaran FPPI.

Baginya pelatihan membatik penting artinya untuk wargaan binaan. Sebagai bekal kecakapan hidup selama menjalani masa tahanan maupun setelah bebas.

Pelatihan batik, menurut Dini— sapaan Puspitadini—,  juga sejalan dengan program Lapas. Karena selama menjalani masa tahanan, warga binaan memang dilatih berbagai keterampilan. Selain batik, mereka juga dilatih menjahit, tata boga, tata rias kecantikan, membuat tanjak, membuat tas anyaman, merajut, membuat keset dari kain perca dan banyak lagi.

“Semakin banyak keterampilan yang dimiliki warga binaan, diharapkan semakin mudah mereka memberdayakan diri. Sesuai passion-nya,” kata Dini.

Dia berharap setelah kembali ke masyarakat nanti para warga binaan menjadi wanita yang berdaya guna.

Adapun berbagai karya hasil keterampilan warga binaan dijual secara umum di galeri yang tersedia di Lapas. Atau memanfaatkan sistem penjualan secara daring. Termasuk kain batik dari pelatihan yang diberikan secara cuma-cuma FPPI  Batam tadi.

Hadir pada pelatihan, Ketua DPD FPPI Provinsi Kepri, Anis Anorita Zaini dan sekretarisnya Uray Sri Utami Ningsih. (Yoyok Sudirman)


Spread the love
  • Share