Audit Stunting, di Natuna Masih 11,93%

  • Share
Asisten I Buka giat Audit Stunting di Natuna
Spread the love

Natuna, Kepri Pos Audit stunting dan monitoring stunting di kabupaten Natuna bertujuan untuk  mengetahui apa saja faktor-faktor yang mengakibatkan terjadi angka stunting di Natuna. Hal ini disampaikan Bupati Natuna melalui Asisten I Bagian Pemerintahan, Khaidir pada  Rapat Diseminasi Evaluasi Hasil Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting dan Monitoring Stunting di Natuna. Bertempat di Aula Hotel Natuna Ranai Darat, Provinsi Kepri. (09/2022).

Lanjut Khaidir, audit kasus stunting akan manjadi bahan evaluasi kedepannya yang menjadi upaya dan  strategis dalam penanggulangan stunting secara komprehensif.

“Penurunan Stunting perlu dilakukan secara kolaborasi ini semua pihak, baik dari lapisan pusat sampai ke lapisan desa.  Tanpa kerja sama dan partisipasi semua dengan  komitmen yang jelas percuma program ini kita laksanakan pasti tidak akan tercapai” ungkap Khaidir.

Disamping itu,  Ketua Tim TPPS Provinsi Kepulauan Riau Raja Heri Moehrizal dalam sambutannya   menyampaikan, persoalan stunting bukan sekedar persoalan fisik anak saja.  Akan tetapi yang paling penting menjadi  tanggung jawab kita bersama menuju generasi emas bangsa ini.

“Untuk itu menurunkan dan mencegah, serta menurunkan angka prevalensi  stanting stanting di Negeri ini perlu gerak bersama dalam sebuah kolaborasi semua pihak”. ungkap Heri.

Lanjut Heri, perlu diketahui bersama angka terakhir proyeksi stunting Provinsi Riau pada angka 17,6% dan Kabupaten Natuna sebesar 11,93% maka dengan hal ini kita perlu bekerja sama dalam menurunkannya sampai 2024 dengan target 10,20% untuk Provinsi Kepulauan Riau”. Ucapnya

” Perlunya diberikan  pemaham kepada calon pengantin tentang pencegahan stunting dengan  manfaatkan pendampingan keluarga dalam mendampingi pranikah dan dapatkan pil tambah darah agar tetap sehat” pinta Heri.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB ) Kabupaten Natuna Sri Riauwati dalam laporannya menyampaikan kegiatan monitoring ini merupakan kegiatan tahap kedua yang merupakan evaluasi dari kegiatan stunting sebelumnya.

“Kegiatan ini di latar belakang oleh peraturan presiden no. 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting oleh sebab itu perlu adanya pemahaman dan kegiatan audit kasus stunting sebagai bahan evaluasi dalam pencegahan kasus stunting di Kabupaten Natuna.

Giat yang di taja oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB ) Kabupaten Natuna dan   Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kepulauan Riau ini diikut oleh Camat, KUA,  Nakes, Kades dan Pendamping Kecamatan.

Disamping itu hadir  Ketua TPPS Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Sekretaris  BP3D, Kepala Bidang PIKP Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala RSUD Natuna, Kepala Puskesmas.

Di Natuna seharusnya minim stunting, jika semuanya sudah memahami akan pentingnya gizi seimbang, mengatur pola makan, berolahraga 30 menit  rutin setiap hari, termasuk mengatur jam tidur.*( Fadil)

 

Cegah Stunting Dengan Asupan Gizi Seimbang


Spread the love
  • Share