Natuna, kepripos.id- Badan Pengurus Geopark Natuna (BPGN) menggelar rapat pembahasan percepatan pengusulan Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark (UGG), bertempat di Kantor Dinas Pariwisata Kab. Natuna, Selasa (24/02/2026) pagi.
Rapat dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Natuna, Ir. Basri, serta dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum), Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Ketua Aktivis Pecinta Lingkungan serta jajaran pengurus Geopark Natuna.

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah hal strategis, di antaranya evaluasi program Geopark Natuna yang telah berjalan, peningkatan promosi geopark melalui sektor UMKM, serta persiapan dokumen dan dukungan lintas sektor dalam rangka percepatan pengusulan Geopark Natuna sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGG).
Asisten II Setda Natuna, Ir. Basri, menekankan bahwa pengusulan Geopark Natuna menuju pengakuan internasional memerlukan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, maupun masyarakat. Menurutnya, keberadaan geopark tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Aktivis Jelajah Bahari Natuna (JBN), Cherman, menyampaikan kondisi salah satu geosite di Natuna, yakni Pulau Setanau, yang saat ini menghadapi ancaman kerusakan akibat aktivitas pengunjung. Beberapa di antaranya berupa pembakaran di atas batu granit serta kerusakan terumbu karang di sekitar kawasan tersebut.
Ia berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan masyarakat setempat guna mencegah kerusakan geosite, khususnya di Pulau Setanau, agar tetap terjaga sebagai bagian penting dari kawasan Geopark Natuna.

Selain itu, disampaikan pula bahwa kunjungan Duta Besar Amerika Serikat beberapa waktu lalu ke kawasan Geosite Pulau Setanau menunjukkan adanya perhatian terhadap potensi geopark Natuna. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya menilai kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan dan berkomitmen untuk turut memperkenalkan geosite Natuna pada forum internasional.
Melalui rapat ini diharapkan proses pengusulan Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark (UGG) dapat berjalan lebih terarah dan terkoordinasi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian kawasan geosite sebagai aset daerah yang bernilai strategis. * ( Fadil )








